Tuesday, November 19, 2019
Home > Events > Ratusan Pesilat Bogor, Gempur Rohingya Lewat Aksi Nyata

Ratusan Pesilat Bogor, Gempur Rohingya Lewat Aksi Nyata

Ratusan Pesilat, Gempur Rohingya Lewat Aksi Nyata

Tragedi kekerasan oleh militer Myanmar terhadap etnis Rohingya kembali terjadi dalam beberapa hari belakang. Menurut data yang dilansir oleh European Rohingya Council (ERC) setidaknya lebih dari 500 orang muslim Rohingya tewas di Rakhine, Myanmar. Peristiwa ini pun menuai kecaman dari berbagai pihak ditanah air termasuk perhatian dunia internasional.

Militer Myanmar seakan berlindung dibalik dalih penumpasan kelompok militan dalam operasi pembersihan etnis yang menewaskan ratusan orang tersebut. Nestapa seakan tak kunjung sirna, lebih dari 70.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari kekerasan sektarian di Myamnar di tengah aksi militer yang melebar.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan ribuan orang Rohingya yang menyelamatkan diri dari kekerasan sektarian di Myanmar telah menuju ke Bangladesh. Kondisi ini turut memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di perbatasan.

Diskriminasi dan kekerasan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar membuat geram para pesilat yang tergabung dalam wadah Kampung Silat Jampang. Ratusan pesilat dari puluhan perguruan, melakukan penggalangan dana dan doa bersama dengan seluruh elemen masyarakat sebagai wujud simpati atas tragedi kemanusiaan yang terjadi.

Gerakan Masyarakat Pesilat untuk Rohingya (GEMPUR) mengajak semua elemen untuk bergerak membantu meringankan beban para pengungsi melalui penggalangan donasi One Man One Dollar. Ketua Kampung Silat Jampang, Herman Budianto menyatakan, aksi para pesilat ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada sesama insan.

“Kami menggelar aksi solidaritas bersama ratusan pesilat dan masyarakat, tidak lain ingin mengatakan kepada dunia bahwa bencana kemanusiaan yang menimpa Rohingya harus segera diakhiri. Para pesilat dari berbagai perguruan merasa prihatin melihat pembantaian yang terjadi. Kami dengan tegas mengutuk setiap tindakan yang berakibat pada hilangnya nyawa manusia.” Tegas Herman Budianto.

Aksi yang berlangsung didepan masjid Al Madinah, Zona Madina Dompet Dhuafa Bogor (10/10/2017) diisi dengan orasi dari para guru besar, atraksi silat, teatrikal, pernyataan sikap dan ditutup dengan penggalangan dana. Massa yang hadir mengenakan pakaian seragam perguruan, dilengkapi dengan atribut berisi kecamanan atas tindak kekerasan yang terjadi di provinsi Rakhine Myanmar.

Husni/tsiqohnews

Moch Khusniyanto
Pemilik Tsiqohnews.com dan Pendiri Komunitas Sahabat Tsiqoh.
http://sahabattsiqoh.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *