Sunday, December 08, 2019
Home > Nasional > Peristiwa > Tuduhan Tidak Terbukti, STDI Imam Syafii dan Warga NU Pilih Rukun

Tuduhan Tidak Terbukti, STDI Imam Syafii dan Warga NU Pilih Rukun

Tsiqohnews.com : STDI Imam Syafii Jember pada beberapa pekan lalu sempat mengalami ketegangan dengan massa yang tergabung dalam aksi Topi Bangsa ( Tolak Penjajah Ideologi Bangsa) melakukan unjuk rasa menuntut segala aktivitas STDI diberhentikan atau dibubarkan.

Alhamdulillah ada upaya pencegahan terjadinya konflik terkait ketegangan tersebut, Polres Jember mengadakan musyawarah bersama tokoh agama dan mediasi dengan pihak STDI Imam Syafii Jember diselenggarakan dengan baik di Aula Kemenag Kabupaten Jember pada Rabu (15/8/2018) .

Musyawarah tersebut dihadiri oleh : Kapolres Jember, Kemenag Kabupaten Jember, MUI Jember, PCNU Jember, FKUB Jember, GP Anshor, LDNU, Topi Bangsa, STDI Imam Syafii dan sejumlah tokoh NU dan Muhammadiyah di jember.

Saat tim Tsiqohnews.com menghubungi Ustadz Arifin Badri untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai kasus ini beliau menjelaskan bahwa terjadinya ketegangan tersebut dikarenakan isi buletin yang pernah dicetak oleh STDI Imam Syafii Jember. Namun sebenarnya alasan atau tuduhan yang disampaikan oleh masa tersebut tidak sesuai dengan isi yang ada di buletin, kami tidak pernah mengatakan mendatangi kiai itu sesat, Ujar Ustadz Arifin Badri saat dihubungi.

Pada musyawarah tersebut, Kapolres Jember AKBP Kisworo Wibowo menyebutkan ada 6 poin kesepakatan bersama yang dihasilkan dari mediasi tersebut. “Diskusi bersama, menyepakati apa yang menjadi kesepakatan bersama sehingga tetap tercipta persaudaraan antar ummat muslim yang terus dilakukan dengan baik, sehingga situasi Kabupaten Jember tetap aman dan damai,” ungkap AKBP Kisworo Wibowo.

Pada akun sosial media Ustadz Arifin Badri menyampaikan harapan, “Semoga jember semakin kondusif untuk  kemajuan dakwah islam, mengajarkan kebenaran dan memberantas kebatilan“.

Fanpage Dr. Muhammad Arifin Badri

Sementara itu, Kepala STDI Dr Muhammad Arifin Badri menegaskan bahwa STDI terbuka menerima kritik. Pihaknya juga memastikan menghormati perbedaan keyakinan di tengah masyarakat. “Melalui forum ini kami bisa memberikan klarifikasi bahwa kami sebenarnya terbuka. Kalaupun nantinya tidak ditemukan kesepahaman tentang hal-hal prinsip namun kami sangat menghargai dan tidak memaksa,” pangkas Ustadz Arifin Badri usai mengikuti mediasi.

Tsiqohnews/Husni

Moch Khusniyanto
Pemilik Tsiqohnews.com dan Pendiri Komunitas Sahabat Tsiqoh.
http://sahabattsiqoh.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *