Monday, October 14, 2019
Home > Gaya Hidup > Pendidikan > Talkshow Ustadz Ali Saman Hasan dan Pengurus Beasiswa UIM, Berikut Catatan Hasil Pertemuan Mereka

Talkshow Ustadz Ali Saman Hasan dan Pengurus Beasiswa UIM, Berikut Catatan Hasil Pertemuan Mereka

Tsiqohnews.com Acara Pameran Puldapia Expo 2019 yang telah diselenggarakan beberapa pekan lalu (1 September 2019) panita memberikan kesempatan kepada pemuda yang ingin melanjutkan studi di Universitas Islam Madinah (UIM) Saudi Arabia untuk mengikuti talkshow dengan mendatangkan Ustadz Ali Saman Hasan dan Syaikh Abdullah An Nakhor bagian beasiswa di UIM.

Pertemuan tersebut menghasilkan banyak informasi menarik, dan telah tersebar luas catatan yang berisi hasil dari pertemuan tersebut dan tsiqohnews.com mencoba membantu merangkum  dalam artikel ini, berikut catatan tersebut :

1.  Total Mahasiswa Indonesia di UIM saat ini berjumlah 802 orang.

2. Sekitar 39 pesantren di indonesia telah mendapatkan akreditasi dari UIM (pesantren yang terakreditasi dapat mengajukan 5 siswa terbaiknya setiap tahun)

3. Syarat pendaftaran di UIM : usia tidak melebihi 25 tahun, tidak terputus pendidikan lebih dari 5 thn, nilai rata-rata tidak boleh kurang dari Jayyid Jiddan.

4. Muqobalah atau tes wawancara tidak menentukan kelulusan, yang penting memenuhi persyaratan dan termasuk prioritas diterima.

5. Prioritas UIM :
a. Pendaftar  yang terbaik di sekolahnya yang memiliki kecerdasan dan prestasi ilmiyyah.
b. Pendaftar dari daerah atau kota atau pulau yang belum ada atau sedikit lulusan UIM  yang membutuhkan da’i.
c. Pendaftar yang hafal 30 juz.
d. Pendaftar yang memiliki kemampuan dalam berbahasa arab.

Selain informasi umum seputar pendaftaran, ada juga catatan dari yang hadir terkait pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh An Nakhor saat acara talkshow saat ini, berikut catatanya :

1. Apakah bisa penerimaan mahasiswa dari Indonesia setiap tahun diperbanyak? Karena Iran memberikan ribuan beasiswa untuk anak2 Indonesia.
Jawab : Niat dan tujuan kami lillahi ta’ala, insyaAllah penuh berkah, 1 orang lulusan UIM insyaAllah lebih baik dari 10 lulusan Iran.

2. Kenapa tidak mendirikan cabang di Indonesia?
Jawab : Itu di luar otoritas saya.

3. Kami mendengar kabar dibukanya kuliah online di UIM untuk kuliah bahasa arab dan Syari’ah. Itu bagaimana?
Jawab : itu baru rancangan program yang belum matang dan belum diuji coba, jadi itu baru wacana.

4. Apakah memungkinkan untuk anak2 mudir atau pimpinan pondok diprioritaskan untuk keterima di UIM walaupun anaknya tidak mumtaz?
Jawab : yang penting syarat dan kriteria terpenuhi seperti yang sudah disebutkan.

5. Apakah ada standarisasi kelulusan sehingga kami bisa mengadakan takhasssus persiapan untuk siswa2 kita tes di UIM?
Jawab : tidak ada standar dalam hal itu, yang ada syarat umum seperti yg sudah disebutkan tadi, karena muqobalah tidak menentukan kelulusan, karena setiap berkas yg masuk hingga 3000an kita pelajari satu per satu.

6. Bagaimana cara mendapatkan akreditasi UIM untuk sekolah kita?
Jawab : untuk itu harus ada kunjungan perwakilan dari sekolah ke UIM dan mengajukan permintaan akreditasi secara resmi, dan juga kunjuangan dari UIM ke sekolah tersebut.

7. Jamiatul Imam Riyad, King Abdul Aziz Jeddah dan kampus2 lain di saudi membuka pendaftaran beasiswa luar negeri untuk jenjang S2 dan S3, kenapa UIM tidak? Minimal untuk alumni UIM Apakah itu memungkinkan?
Jawab : untuk saat ini UIM hanya membuka pendaftaran S2 dan S3 hanya untuk mahasiswa yg masih aktif, semoga dalam waktu dekat ini akan dibuka pendaftaran S2 dan S3 untuk yang dari luar UIM.

Catatan didapat dari pesan singkat yang beredar melalui aplikasi whatsapp

Moch Khusniyanto
Pemilik Tsiqohnews.com dan Pendiri Komunitas Sahabat Tsiqoh.
http://sahabattsiqoh.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *